Archive for December, 2007
what’s your baby’s claim to fame?
pupi, your baby’s bound to be an Actor
dari www.tickle.com
kuis ucu-lucuan….
It isn’t just parental pride, it’s the truth: The camera (and the public) loves your baby — and your baby loves the camera (and their public). That’s why we say this kid ought to be in pictures, spicing up the screen or the stage with that magnetic smile and unparalleled flair for drama.
There’s no doubt that your baby’s got star power. Your babe’s a luminous little thing and probably causes quite a commotion when you go for a stroll to the park or even to the supermarket. Your little diva (or drama king) in diapers can be a handful at times: They might throw tantrums, act picky about her food, or demand complete attention — from you and from strangers. But it’s never dull being around your Broadway baby, and you probably never have to guess how they’re feeling. Chances are they’ll always be pretty good at expressing themselves. Just keep their ego — and your own indulgent behavior — in check. And we’ll keep looking for your baby’s name in lights.
Add comment December 27, 2007
macan kecilku
Add comment December 27, 2007
akhirnya gus ata bisa pake onesies!
akhirnya…hari ini bisa juga gus ata pake baju overall…eh onesies merk carter; ukuran L buat 9 month, 7,5-12kg! For the record : si pemakai sebenarnya baru berusia 2 bulan. wow…jgn2 anak ini udah tambah berat nih, beneran 7 kg-an. Pantes aja semua bajunya ga ada yang muat. Pantes aja tambah susah diangkat. Rugi deh dulu beli baju banyak2, dipakenya hanya sebulan.
Begini masalahnya. Waktu hamil, saya sudah membeli berbagai baju2 bayi yg lucu2, yg kaya iklan bayi2 bule di majalah (waktu itu sih ga tau namanya) sebagai tambahan kemeja2 kecil lengan pendek dan panjang yang belinya lusinan. Dan ternyata baju bayi yang saya suka buanget itu berjudul : onesies dan jumpsuit (maklum, ibu baru, masih ndeso). Tapi berhubung baju2 bayi ini diperuntukkan buat bayi2 yg pake popok sekali pakai, sementara gus ata baru bisa pake pampers setelah 42 hari, jadilah baju2 itu menumpuk di lemari tanpa sempat terpakai. Lah jelas aja. Baju2 tersebut untuk newborn dengan berat max. 5 kg-an, sementara waktu gus ata baru bisa pake pampers beratnya udah 5,7 kg. Padahal ibunya udah ngiler banget pengen liat anaknya dandan pake onesiesnya pooh dan carter, juga jumpsuit yang lucu2 itu. Hah…ya sudah deh, dengan sangat terpaksa direlakan untuk adiknya gus ata aja ntar…
Akhirnya baru bisa nyempetin belanja baju lagi jumat kemarin di bogor. Loh, bogor? jauh amat…
yaah, beginilah nasib ibu2 yang tinggal di pinggir jakarta. Cibubur sebenarnya udah lumayan berkembang, dengan puluhan perumahan baru dan keluarga2 mudanya. Tapi, sayangnya, di sekitar sini hanya ada satu toko bayi, Eyka Baby Shop di Kota Legenda. Sayangnya baju2 yang dijual kebanyakan buat anak2 cewe, dan perlengkapan lainnya kurang lengkap. Matahari di Cibubur Junction sebenarnya juga punya section khusus bayi, tapi inipun juga kurang lengkap. Akhirnya, waktu hamil jalan2 ke Bogor nemu Baby shop yang letaknya cukup strategis di pinggir jalan, dan cukup lengkap. Bagaimanapun dari cibubur lebih mudah ke Bogor daripada harus ke ITC2 di Jakarta. Atau Depok. Dari rumahku ke Bogor tinggal lewat tol (yang sama sekali bebas macet) selama 20 menit, trus belok kiri ..sampai deh di baby shop. Ga harus berdesak2an seperti di ITC, ga harus jalan jauh dari mobil, harganya ga beda jauh dengan ITC, dengan selera setingkat lebih baik. Barang2 disini sepertinya udah dipilih yang ga terlalu norak corak & motifnya. Trus, dia juga jual merk2 pooh, disney, pigeon dan chicco. Ditambah lagi udara yang adem…hmm, cocok buat ibu hamil yang selalu kepanasan dan bayi2 yang ga suka udara panas seperti anakku.
Pas dibawa kesana gus ata sama sekali ga terbangun. Mungkin karena cuaca lagi dingin banget, ujan seharian. Sepertinya dia menikmati sekali udara dingin kota bogor….hmm, enak ya nak, dibandingin di rumah cibubur?Jadi orang bogor aja kali…
1 comment December 23, 2007
arsitek & kehamilan
menakjubkan bagaimana saya merasa pekerjaan sebagai arsitek sama sekali tak mendukung kehamilan, atau, adanya bayi. Saat harus konsentrasi menggambar 3dmax di kehamilan 5 bulan, otak ini sama sekali tak mau diajak bekerjasama. Hanya ingin mengulik hal2 yang berhubungan dengan bayi. Sementara lingkungan kerja yang sepenuhnya pria sama sekali tak mendukung tuk berbagi cerita tentang kehamilan atau bayi. Rekan sekerja mengira saya melebih2kan ketika pekerjaan saya menjadi lambat atau melihat saya tak bisa berkonsentrasi. Setiap kali kontrol ke dokter kandungan saya hanya bisa iri melihat perawat yang setiap hari berhadapan dengan kehamilan dan bayi.
Pembicaraan mengenai bangunan-bangunan teranyar karya arsitek dunia , atau bangunan apapun tiba-tiba menjadi hambar. Rasanya seluruh dunia kearsitek-an menjadi hambar dibanding proses kehidupan yang sedang saya jalani. Hei, saya sedang mengandung! Dan perubahan ini begitu baru dan aneh dalam hidup saya, si anak tunggal yang sama sekali tak pernah mengurusi bayi atau ikut mengamati kehamilan dari dekat.
Entahlah, saya rasa hormon kehamilan, perasaan kewanitaan dan profesi arsitek sama sekali tak bersahabat. Profesi ini saya rasakan begitu kering tak bernyawa, tak memberikan sumbangan yang langsung-hangat-menyentuh kemanusiaan seperti profesi dokter. Maaf,rekan2 lain yang kebetulan berprofesi sebagai arsitek. Mungkin saya hanya belum menemukan sisi kemanusiaan dari profesi ini, yang kadang hanya terjebak dalam penciptaan keindahan demi ego seorang perancang.
1 comment December 15, 2007










Gelang, Kalung, Anting, Tas, Sandal, Baju, Dll, Bali, Indonesia
Tempat Lirik, Kunci Gitar / Kord / Chord Lagu / Musik Indonesia dan Mancanegara






