imunisasi pneumokokus,perlukah?
April 24, 2008
waktu gus ata imunisasi DPAT-HiB, DSA kami langsung bertanya, “bulan depan ibu imunisasi pcv kan?”
“pcv, apa itu dok?” dengan pandangan kosong saya bertanya pada dokter. maklum, di buku sehat yang dari rs sepertinya imunisasi ini tidak pernah disebut-sebut.
“pcv, buat mencegah pneumokokus, memang agak mahal sih, 800 rb, kita juga sudah mengeluh pada IDI tapi belum juga ada tanggapan tuh.”
haa? 800 rb? saya pikir imunisasi DPAT-HiB gusata udah yang paling T-O-P (baca : mahal) di antara imunisasi lain,ternyata ada yang lebih mahal lagi?
DSA kami lalu mengeluarkan brosur dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) mengenai pneumokokus.
ini sepintas isinya:
apa yang harus ibu ketahui tentang Pneumokokus (IPD/invasive pneumococcal disease) :
- pneumokokus (IPD) disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus)
- bakteri ini hidup secara normal di rongga hidung dan tenggorokan
- penularannya melalui percikan ludah ketika batuk, berbicara dan bersin
- penyakit iniberakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian/cacat permanen
selanjutnya, saya jadi tahu kalo vaksin ini diproduksi secara eksklusif oleh Wyeth (dan hanya dapat diperoleh dengan harga mahal), serta belum ada data penyebaran penyakit ini di Indonesia. Brosur tersebut hanya menjelaskan data penyebaran di ASIA, tepatnya di Filipina, Hong Kong, SIngapura dan Malaysia. Entahlah dengan Indonesia. memang harus diakui bahwa Singapura dan Malaysia sangat dekat dengan Indonesia, tetapi entah penyakit ini sudah ada di Indonesia atau sudah ada tetapi belum ada yang meneliti penyebarannya. Kalau memang sudah tersebar di Indonesia dan sudah ada hasil penelitiannya, mengapa itu tidak dicantumkan dalam brosur resmi IDAI?
Jangan-jangan ini salah satu vaksin mahal yang didapat dari negara-negara berkembang dengan gratis untuk membuat kaya produsen vaksin tertentu? wah, gara-gara baca buku menkes kita, Siti Fadilah Supari, saya jadi punya pikiran curiga (baca: analitis-kritis) begini hehehe. Ceritanya, mau ikut-ikutan cara berpikir beliau. Masalahnya satu. HARGAnya itu, loh! Sebenarnya sih, kalau mengikuti naluri ibu-pelindung-anak dalam diri saya, saya akan membiarkan anak saya disuntik seribu jenis vaksin asal itu memang aman bagi anak saya. Tetapi kalau liat harganya? dan perlu ga,sih? karena menurut ibu saya, rupanya saya berhasil mengarungi hidup dan tumbuh dewasa dengan sehat tanpa vaksin ini.
Jadi, bagaimana keputusannya, nih?
saat ini sepertinya sih ditunda dulu, yah…sampai informasi/rejeki lebih lanjut hehehe
Entry Filed under: imunisasi. Tags: IDAI, Ikatan Dokter Anak Indonesia, invasive pneumococcal disease, IPD, menkes, PCV, pneumokokus, Siti Fadilah Supari, Streptococcus pneumoniae.
17 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed

Gelang, Kalung, Anting, Tas, Sandal, Baju, Dll, Bali, Indonesia
Tempat Lirik, Kunci Gitar / Kord / Chord Lagu / Musik Indonesia dan Mancanegara







1.
prasetya | August 28, 2008 at 11:42 am
Apakah vaksin pneumokokus ini dilakukan sampai 4x,
terima kasih,
2.
yeni | August 29, 2008 at 9:06 am
vaksin ini sebenernya aman kok, tapi bu, kita kan memberikan vaksin ini sebagai pelindung kan buat anak kita.. apalagi di jakarta ini terutama tingkat polusinya sudah tinggi sekali. ( terutama untuk anak yang seirng di bawa naik motor dan tidk ada penutuo ), mungkin virus itu belum sampai di indonesia, tapi alangkah baiknya kita mencegah dulu. memang mahal sekali, dulu waktu saya pertama kali di anjurkan untuk imunisasi ini, kita juga kritis sama seperti ibu tiwi. tetapi setelah kita pikirkan dan untuk kebaikan anak kami sendiri makanya kita ambil.
untuk pak prasetya..
menurut Dr. Tuty Mariana, SPA di RS Hermina Podomoro, imunisasi IPd ini tidak perlu sampai 4x, cukup 3x asalkan imunisasi ini diberikan kepada anak dimana 1x sebelum 6 bulan, 1x setelah 6 bulan. dan yang ke3 nanti diberikan untuk umur 15 bulan.
terima kasih semoga menjawab.
3.
mama angel | September 16, 2008 at 5:39 am
anak saya sekarang 13 bulan.rencananya mau divaksin IPD. harganya mahal 1jt 52 rb. tapi saya bingung kok ada vaksin lain yang 500 rb namanya pneumo 23. apa bedanya dengan ipd. trims
4.
Selvy | November 8, 2008 at 2:14 am
Apakah itu IPD ?
APA yang harus IBU ketahui tentang IPD?
(berdasarkan hasil survey terhadap ibu-ibu yang memiliki anak di bawah 5 tahun)
IPD : Invasive Pneumococcal Disease
IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) Penyakit ini berakibat fatal dan dapat menyebabkan kematian / cacat permanent Paling banyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun Penularannya melalui percikan ludah sewaktu berbicara, batuk dan bersin Bakteri ini hidup secara normal di rongga hidung dan tenggorokan Anak-anak di bawah usia 2 tahun masih berisiko terkena IPD karena sudah berinteraksi dengan dunia luar Banyak bakteri yang sudah kebal antibiotika Faktor pemicu terjangkitnya penyakit ini karena kondisi tubuh anak sedang turun atau baru sembuh dari penyakit Bisa disembuhkan, tetapi tetap membawa gejala sisa seperti kelumpuhan dan kehilangan pendengaran
1. Apakah IPD?
IPD (baca : Ay Pi Di) adalah sekelompok penyakit yang terdiri dari :
Radang paru (pneumonia) Radang selaput otak (meningitis) Infeksi darah (bakteremia) Sepsis (kelanjutan infeksi darah yang mengakibatkan syok dan kegagalan fungsi organ tubuh) Penyakit-penyakit ini dapat mengakibatkan cacat dan dapat menyebabkan kematian.
2. Apakah penyebab IPD?
IPD disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae (Pneumokokus) yang menyebabkan kematian utama satu juta bayi dan balita setiap tahunnya di seluruh dunia. IPD paling banyak menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.
3. Apa gejala-gejala IPD?
Radang paru (pneumonia) – demam menggigil, nyeri dada saat bernapas, batuk berdahak, denyut nadi cepat, lemah, lemas, dan sesak napas. Kadang-kadang disertai mual, muntah dan nyeri kepala. Pada bayi biasanya ditandai dengan rewel dan kurang napsu makan. Radang selaput otak (meningitis) – demam tinggi, kejang, gelisah, lesu, muntah, nyeri kepala, gangguan kesadaran hingga koma. Infeksi darah (bakteremia) – gejalanya akan lebih berat karena merupakan komplikasi dari pneumonia dan dapat mengakibatkan meningitis. Sepsis – dapat mengakibatkan syok septik, kegagalan fungsi organ tubuh dan kematian.
4. Apakah IPD dapat diobati?
IPD sebenarnya dapat diobati dengan cara pemberian antibiotika dosis tinggi, tetapi saat ini banyak bakteri S. pneumoniae yang sudah kebal terhadap beberapa antibiotika, sehingga semakin mempersulit pengobatannya.
5. Apa akibat meningitis yang ditimbulkan oleh IPD?
Meningitis pneumokokus dapat menyebabkan kematian dan kecacatan yang permanen berupa : Ketulian Retardasi mental Kemunduran Inteligensi Kelumpuhan Gangguan syaraf
6. Siapa saja yang dapat terserang?
IPD sebenarnya dapat menyerang siapa saja dan dimana saja karena bakteri penumokokus secara normal berada di dalam rongga hidung dan tenggorokan. Dapat menjadi ganas pada kelompok umur yang rentan yaitu bayi dan anak-anak dibawah usia 2 tahun.
7. Adakah data kejadian penyakit di Asia?
IPD menyerang bayi dan anak-anak baik di Negara berkembang maupun di negara maju.
Philipina. Research Institute of Tropical Medicine (RITM) pada akhir 1990-an melaporkan bahwa 35% bayi dan anak yang terkena infeksi pneumokokus meninggal dunia. Hong Kong. Dr. Susan Chiu meneliti 1.978 anak usia 2-6 tahun di 79 tempat Penitipan Anak, sebesar 19.4% (383) membawa bakteri pneumokokus (carrier) di dalam saluran pernapasan mereka. Singapura. Chong CY pada tahun 2003 mengkonfirmasikan bahwa bakteri pneumokokus menyebabkan infeksi pada anak usia di bawah 5 tahun. Tingkat kesakitan (morbiditas) meningkat dari 0 pada tahun 1988 menjadi 10.5% pada tahun 1999. Malaysia. National Morbidity Survey kedua pada tahun 1996 menunjukkan bahwa Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit utama yang diderita balita dengan tingkat fatalistas sebesar 3.1%. Setidaknya 1/3 dari kasus ISPA yang meninggal disebabkan oleh infeksi bakteri pneumokokus. Sementara tingkat kejadian bakteremia (infeksi darah) adalah 30 per 100.000 balita dan untuk meningitis (radang otak) 750 kasus per tahun dengan angka kematian 15-20 anak per-tahun.
8. Bagaimana penularannya?
Penularannya melalui percikan ludah, ketika orang yang sudah terinfeksi kuman s. pneumoniae itu batuk, bersin ataupun berbicara.
9. Bagaimana melindungi bayi dari IPD?
Cara melindungi bayi dari IPD adalah dengan memberikan vaksin pneumokokus. Wyeth sebagai perusahaan nutrisi dan farmasi terkemuka di dunia memproduksi satu-satunya vaksin pneumokokus baru (7 – valent Penumococcal Conjugate Vaccine) yang khusus bagi bayi dan anak di bawah 2 tahun. Vaksin ini terdiri dari 7 serotipe S.pneumoniae sebagai penyebab 80% terjadinya IPD pada bayi dan anak-anak di bawah usia 2 tahun.
Vaksin pneumokokus baru ini merupakan kontribusi Wyeth dalam upaya menekan angka kematian dan kecacatan pada bayi dan anak di bawah 2 tahun yang mempunyai kekebalan tubuh belum sempurna.
Jadwal pemberian vaksin dapat diberikan mulai usia 2 bulan :
Usia dibawah 12 bulan à diberikan 4 dosis, yaitu pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan booster pada usia 12 -15 bulan. Usia 7 – 11 bulan à diberikan 3 dosis, 2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan. Usia 12 – 23 bulan à cukup diberikan 2 dosis, dengan interval 2 bulan. Untuk anak usia 2 tahun ke atas à cukup diberikan 1 dosis saja. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi lengkap dapat bertahan jangka panjang karena vaksin ini dapat merangsang pembentukan sel memori di dalam tubuh buah hati anda.
10. Bagaimana keampuhan vaksin ini?
Studi klinis pada 37.000 bayi di Kalifornia Utara, Amerika Serikat menunjukkan vaksin pneumokokus memiliki tingkat keampuhan sebagai berikut :
97% efektif dalam mencegah IPD pada bayi yang telah divaksinasi penuh (4 dosis). 89% efektif dalam mencegah semua kasus IPD pada anak yang telah mendapat satu kali atau lebih dosis vaksinasi. Studi tahun 2003 menemukan jumlah bayi penderita IPD berkurang 78% setelah diberikan vaksinasi pneumokokus saat bayi berusia dibawah 2 tahun.
11. Apakah vaksin ini aman?
Reaksi umum ditimbulkan oleh vaksin pneumokokus sama seperti semua jenis vaksin. Pada studi klinis, reaksi umum dari vaksinasi yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan, rewel dan kemerahan (rash) pada kulit.
12. Dimanakah vaksin ini bisa didapatkan?
Vaksin pneumokokus tersedia hampir di semua dokter spesialis anak di kota anda atau di rumah sakit besar yang terdekat.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak mengenai jadwal pemberian vaksin pneumokokus baru sesuai dengan kondisi kesehatan dan usia anak anda.
5.
ailtje | November 19, 2008 at 9:30 am
Swastyastu Mbok,
Terimakasih atas infonya, kebetulan saya lagi perlu banyak info tentang vaksin karena hendak kawin dan pindah negara.
Efeknya vaksin-vaksin itu kalo ke orang dewasa apa yaks??
6.
jihan arimbi sigar | November 25, 2008 at 4:21 pm
anak saya baru berumur 5 bulan dansaya baru dengar tentang vaksin ini dan lagi waktu anak say ayang pertama dulu (6 tahun) rasanya tidak ada vaksin ini deh..??
harganya juga mahal sekali yah.. 800 ribu..
wow..!!!
7.
Purnama | March 11, 2009 at 6:31 am
Anak sy smpt skt krn radang paru2,& stlh ktm dgn dokterx u/cek up kshtanx, km disarankan mberikan vaksin tsb. Hrgx sich emang mhl,tp stlh sy tau akibat dr bakteri tsb, mdng diberikan aja dech..
8.
Ria | March 21, 2009 at 3:36 am
Just info Bu,penyakit tsb sdh smp di Indonesia,dan kebetulan beberapa bln lalu menyerang keponakan sya yg berumur 2,5th dgn gejala susah nafas,batuk2,dk nafsu makan,demam datang dan pergi,yg trz terang nyaris merenggut nyawanya. Akhirnya hrz dirawat di RS dgn diinfus&diberikan oksigen selama 1mg. So gk ad salahnya anak qta diberikan vaksin ini bu, 800rb or 1jt apalah artinya u/kesehatan sikecil dmi menangkal penyakit yg dpt merenggut jiwanya
9.
Riema | March 24, 2009 at 4:43 pm
untuk imunisai PVC emang mahal tapi sangat penting sekali, mahalnya tidak saja di Indonesia, tapi disini kami tinggal(Korea Selatan)juga paling mahal diantara imunisasi yang lain, disini sekali imunisasi kena 100.000 won(kalau dikurskan Ruypiah hapi lebih kurangnya juga 800.000 rupiah), tapi jika dibanding pentingnya arti imunisasi itu, rasanya kemahalan itu tidak berarti, sebab ada salah satu anak teman saya yang tidak di beri suntikan imunisasi PVC tersebut, saat menginjak usia 2 tahun harus opersai, karena kena radang telinga, dan saat ini masih harus pakai bantuan alat pendengaran, tapi ternyata cobaan datang lagi, penyakitnya datang lagi yakni radang paru-paru,yang mana saat saya memberi komentar ini anak teman saya tersebut masih dalam perwatan di rumah sakit…habisnya lebih banyak dari yang kita keluarkan untuk biaya imunisai..Hayo pilih yang mana???cerita ini bukan mengada-ada..tapi kenyataan..tetapi kalau untuk buah hati kami yang saat berusia 2 tahun sudah mendapatkan lengkap 4 kali imunisasi PVC.
10.
bayu trie | April 22, 2009 at 11:53 am
Ibu2, DSA saya menawarkan paket combo DPT, Hib dan Pneumokokus seharga 400 an, ini pun yang udah buatan luar (swiss) katanya. setelah membaca comment ibu2 tadi saya kok jadi mikir, kok bisa di DSA saya ini harganya bisa segini? gimana menurut ibu2?
11.
desi | May 6, 2009 at 3:38 am
Anak saya sekarang udah 10 bulan, tapi belum pernah imunisasi PCV. Apakah imunisasi PCV tersebut harus 4 kali? katanya min. 3x. Terlambat ga’ ya u/ imunisasi PCV? Kalo’ udah 10 bln sebaiknya imunisasinya berapa kali and kapan aja (pada usia berapa aja?)
Thank’s
12.
Devy | May 10, 2009 at 2:11 pm
Baby saya sekarang juga sudah 5 bulan dan belum pernah di vaksin PCV. terlambat yah untuk imunisasi PCV tersebut?
13.
Oka | May 25, 2009 at 2:07 pm
Ini satu lagi propaganda perusahaan2 medis yg ingin memperkaya diri mereka sendiri. tubuh manusia pada dasarnya sudah memiliki kekebalan tubuh. para ahli2 medis idealis yg pro “tdk memberi sembarang obat dan imunisasi” tdk mungkin muncul ke permukaan (baca:TV atau medium komersil lainnya), karena bisa mengakibat kan ratusan perusahaan medis yg memproduksi vaksin bodoh ini kehilangan kesempatan untuk meraup keuntungan..yg secara tdk langsung akan menyebabkan tutupnya perusahaan diiringi PHK karyawan. kan nda mungkin toh para ekonom imperialis sebuah negara itu harus menanggung pengangguran yg jumlah nya membludak? sekedar info: mungkin memang benar ada virus “itu”, tapi itu adl virus yg mereka ciptakan sendiri, lalu membuat penangkalnya..coba dong kalian berfikir kritis. btw cordlife itu juga bullshit..dan masih banyak lagi yg seperti itu
14.
Irawati | July 1, 2009 at 9:26 am
Dokter saya mau tanya imunisasi PCV dan IPD itu sama atau lain.kalau PCV diberikan bayi umur 3 bulan, nanti untuk bulan berikutnya mungkin 6 bulan kasih lagi tidak? lebih baik diberikan pada bayi umur berapa bulan. Mohon di balas email saya ini ke alamat email saya di atas. terima kasih dokter
15.
Meita | July 30, 2009 at 9:42 am
Saya mo tanya dong bagaimana kalo anak saya sudah berumur antara 3 s/d 8 th apakah masih perlu untuk imunisasi PCV? Karena waktu anak saya berumur 5th pernah ada infeksi diParu2 kalo gak salah denger dokter nyebutin tentang pneunemonia gitu. Nah setelah sembuh saya baru denger lagi ada suntik PCV (th 2008). Saya pernah tanya sama DSA katanya sampai umur dibawah 10th masih boleh disuntik minimal 1x saja. Kalo ibu2 ada yang tau boleh dong kasih masukan untuk saya txs.
16.
lina | September 28, 2009 at 9:35 am
Anak saya sudah divaksin pcv 1,2,3 dan booster tp tetep kena juga pcv.gimana tuh?
17.
dwi | October 8, 2009 at 10:24 am
kira kira apa bedanya antara imunisasi pvc dan hib, bukankah dua-duanya berguna untuk mencegah meningitis dan radang paru. Kalau meningitis dan radang paru sudah bisa dicegah dengan imunisasi HIB kenapa harus ditambah imunisasi PVC? mohon urun rembugnya ya bu, suwun