candidiasis..aduh..aduh
June 18, 2008
gus ata kena candidiasis. awalnya cuma warna kemerahan di bibir dalamnya, yang saya kira hanya karena sering digigit-gigit. tetapi lama-lama muncul bintik-bintik putih di kedua bibir dalamnya, pipi dalam, bahkan sampai langit-langit! lidahnya pun ikut berwarna putih. tapi dia masih mau menghabiskan nasi tim saringnya, walaupun menolak makan pisang, farley, maupun bubur instan. kenapa ya? sepertinya peralatan makan selalu dicuci bersih. mungkinkah gara-gara makan biskuit untuk digigit-gigit? merk yang baru saya coba, bukan farley, bentuknya panjang, dari beras. enak sih untuk digigit-gigit. langsung lumer di mulut dan gus ata suka sekali makan biskuit ini. soalnya dia sudah mampu menggenggam dan menggigitnya dengan giginya yang baru 2.
anw. hari ketika mau saya bawa ke dokter, ternyata ibunya yang kena diare. sepertinya keracunan roti tawar yang saya beli kemarin. diare kali ini disertai pusing dan ngantuk. duh, ga enak bener. menurut mymom yg dr mungkin keracunan raginya, yg efeknya jadi kaya orang mabuk tuak. keliyengan dan ngantuk. norit dan diatab pun saya telan beberapa kali (noritnya yg beberapa kali, diatabnya sih sekali aja). menjelang malam, tetap pusingnya belum ilang. terpaksa deh, janji ke dokter ditunda besok.
besoknya, akhirnya jadi juga gus ata ke dokter. sama dokter gus ata didiagnosa kena candidiasis (jamur), dan dikasih mycostatyn. tetapi walau kena jamur, tetap boleh imunisasi DPT. Oya, PDT kali ini tidak dicampur dengan HiB, karena menurut DSA kami sekarang tidak boleh. Yah, saya juga turut senang soalnya daripada waws-was kaya kemarin, imunisasi dobel. malamnya karena gus ata bangun dan nangis saya coba aja kasih mycostatinnya. saya pikir mungkin dia ga nyaman karena sariawannya, walau mungkin juga efek dari imunisasi DPT tadi,sih. Anw, semua baik-baik aja sampai besok malamnya…gus ata ngeluarin darah dari mulut! duh…kenapa ya? panik…tapi kelihatannya ini mungkin efek dari sariawannya yang entah kena gigit atau kena obat…saya juga ga ngerti. akhirnya hanya saya lap dengan kasa steril yang diberi air hangat. Syukurlah abis itu darahnya berhenti. sampai obatnya habis sepertinya sih udah sembuh, tapi kok masih ada satu lingkaran putih di pipi dalamnya ya? selain itu pipi dalamnya juga terlihat ada garis2 merahnya. Hmm, saya lagi berpikir untuk membeli mycostatin lagi, cuma masih ragu-ragu. Mungkin ga ya sembuh sendiri…
Entry Filed under: sakitnya bayi. Tags: candidiasis, jamur pada mulut bayi, mycostatin.

Gelang, Kalung, Anting, Tas, Sandal, Baju, Dll, Bali, Indonesia
Tempat Lirik, Kunci Gitar / Kord / Chord Lagu / Musik Indonesia dan Mancanegara







Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed