Posts filed under 'dokter anakku'
memilih dokter anak
dokter anak ideal (setidaknya, menurut saya) :
senang pada bayi & menguasai bidang ilmunya (jelas,toh)
penuh pengertian pada ibu2 yang masih sensitif setelah melahirkan (kriteria utama)
mau menerangkan segala sesuatunya dengan sabar dan panjang lebar tanpa harus membuat kita merasa bodo (padahal sih, memang)
tidak menyingung ego ibu2 dengan mood hormonal yang naik turun setelah melahirkan
tenang, tidak panik dalam menghadapi pasien bayi (dan mapu menenangkan orangtua pasien yang panik)
tidak komersiil dan erpengaruh sponsor dalam memberikan pengobatan
dan anehnya, semua kriteria itu lebih berhasil saya temukan pada dokter setengah baya (laki2) daripada dokter muda (wanita) yang menangani anak saya ketika lahir. Ini juga berlaku untuk doter kandungan saya. Bukan dokter wanita, tapi dokter laki2 setengah baya yang usianya hampir2 sebaya ayah saya. Mungkin saya memang perlu figur keBAPAKan untuk hal2 penting dan sensitif dalam hidup saya ini (melahirkan dan punya anak). Entahlah
9 comments December 13, 2007
kunjungan pertama ke dokter
kunjungan pertama ke dokter memang selalu mendebarkan. Ini pertama kalinya gus ata saya ajak keluar rumah. Baju adalah masalah pertama. Masalahnya, semua baju jalan2 gus ata udah ga ada yang muat! Padahal saya sudah membayangkan mendandaninya dalam baju2 bermerk yang lucu2. Ternyata khayalan hanya tinggal khayalan. Gus ata menolak semua baju bermerknya dan hanya mau memakai singlet. Waduh! Akhirnya kami ke dokter dengan kaos lengan panjang pooh coklat kehijauan (hanya ini baju rada bagus yang mau dia pakai) dan celana pendek putih. Dan kaos tangan yang sudah sobek bagian pitanya. Dan telanjang kaki. Setidaknya untuk mengkompensasi saya membungkusnya dalam selimut tebal (yang cukup gaya sebenarnya, hanya karena warnanya yang kuning dan renda2nya jadi ga jelas ini bayi cewe atau cowo. Demikianlah berakhir khayalan bayi iklan tiwi dengan baju overall serba putih dan selimut yang keren.
Lalu ada lagi masalah berat badan. Gus ata belum pernah ditimbang atau diukur lagi tingginya semenjak pulang dari rumah sakit. Disinilah kemampuan setiap ibu dipertaruhkan. Bayi cukup berat dan tinggi, berarti ibu yang ok. Dengan h2c (harap2 cemas) saya membiarkan suster mengukur tinggi dan berat gus ata. Ternyata…saya lulus, saudara2! Gus ata berberat 5,7 kg dengan panjang 59 cm. Untuk umurnya yang baru 1,5 bulan, sungguh suatu perkembangan yang cukup menakjubkan. Mengingat pertambahan berat rata2 bayi hanya 700-800 gr per bulan. Sedangan Gus ata sudah naik 2 kg semenjak lahir. Semua itu hanya dengan asi. Dokter bahkan bilang kalau asi saya cukup untuk 2 bayi. Rsanya seperti mendapat nilai A+ secara kebetulan untuk mata kuliah dengan dosen killer. Melambung! Besar kepala! Juga lega, karena ini kunjungan pertama ke dokter setelah lahir.
Add comment December 13, 2007

Gelang, Kalung, Anting, Tas, Sandal, Baju, Dll, Bali, Indonesia
Tempat Lirik, Kunci Gitar / Kord / Chord Lagu / Musik Indonesia dan Mancanegara






