Posts filed under ‘langsing setelah melahirkan’

lanjutan : usaha langsing setelah melahirkan 2

Setelah sekian lama waktu berlalu, akhirnya saya menyimpulkan : tidak ada jalan pintas buat jadi langsing!

Setelah mencoba lari-lari di tempat yang kurang sukses (iya, kurang sukses. gimana mau sukses, baru dua hari saja saya sudah kepayahan dan akhirnya tidak mencobanya lagi selama dua bulan), akhirnya saya menemukan program olahraga yang cukup pas buat saya.

Yup, pada akhirnya saya membongkar koleksi vcd2 senam saya yang dulu. vcd dengan judul low impact aerobik bersama….”….”(guru senam terkenal yg banyak mengeluarkan vcd senam di Indonesia). Dulu waktu lagi heboh2nya ikutan kelas aerobik, bl, salsa dsbnya, vcd ini tak pernah saya lirik sebelumnya karena gerakannya yang terlalu “ringan”. Ah, aerobik buat ibu-ibu gendut yang sedang berusaha diet. Begitu pikir saya dulu.

Guess what…sekarang sayalah ibu-ibu gendut itu dan nyatanya, setelah mencoba sekali, saya jadi ‘ketagihan’. gerakan low impactnya ternyata cocok sekali bagi tubuh saya yang tulang-tulang, otot dan dagingnya jadi seperti jelly setelah melahirkan. gerakan yang dulu saya remehkan ini, tidak membuat saya sangat capai memang, tetapi cukup segar dan cukup punya tenaga melakukan aktivitas saya seharian. Kalau dulu gerakan ini tidak membuat saya keringetan sama sekali, sekarang keringat yang keluar lumayan juga. terlihat kan bedanya? Entahlah, mungkin tubuh kita perlu waktu yang cukup lama untuk pulih setelah melahirkan.

Anw, back to vcd. Selain low impact aerobic, saya juga mencoba kegel exersice (vcd lagi tentunya, dengan instruktur senam yang sama) dengan hasil yang cukup menyenangkan. Menyenangkan bagi saya ya membuat badan lebih segar. Lupakan dulu penurunan berat, pengecilan ukuran paha atau perut. Saat ini fokus saya lebih ke penambahan energi. Dan memang, berat saya tidak turun (masih 9kg lagi, tidak berkurang semenjak gus ata 3 bulan) tetapi saya jadi mampu menggendongnya lebih lama, mampu naik turun tangga dengan cepat, berkurang backpain-nya. Efek ini, lebih daripada yang lain2, benar-benar saya syukuri.

Untuk sementara, saya cukup berpuas diri dengan hasil seperti ini dan tidak mau memaksakan diri diet. akhirnya daripada stress bergulat dengan baju-baju yang kekecilan, pelan-pelan saya berusaha menambah koleksi baju-baju cantik yang lebih sesuai dengan ukuran saya sekarang. untung sekarang mode ga melulu baju ketat, long live eighties (atau apalah, pokonya saya cinta orang2 yang menciptakan mode baju2 gombrong supergede). Ga pernah lupa make up tiap ada kesempatan keluar dong:)

Hm, kalo penampilan lebih segar rasanya PD juga bertambah, ga terlalu mikirin berat badan yg ga turun2…

Suatu saat nanti, mungkin saya bisa mulai gaya hidup kurus kaya dulu. pagi ga sarapan, siang makan porsi kecil, malam kadang hanya makan sayur, kadang lupa makan, hehe…

Tentunya rencana crash diet gila-gilaan ini akan saya dilakukan kalo gus ata udah lulus 2 th breastfeeding, seperti rencana semula…itupun kalo saya ga hamil lagi. Untuk saat ini, (dengan senang hati) masih menikmati pola makan bertanggung jawab, olahraga, hidup sehat…etc etc (bukan berarti ga saya syukuri–enak kan ga usah diet hehe)

June 27, 2008 at 7:48 am 9 comments

mau langsing eh mau langsing

Baru-baru ini saya mulai latihan lari lagi. Bukan, bukan lari keliling lapangan, bahkan keliling rumah pun tidak. Cuma lari-lari di tempat, dengan jarak tempuh maksimal antara jam dinding dan tv saya. Ceritanya mau mulai program melangsingkan badan nih. Metodenya, merujuk pada olahraga langsing saya semasa kuliah dulu yang sukses menurunkan berat dan membuat tubuh semakin b-o-h-a-y. Setidaknya itu menurut pendapat saya dulu. Tapiii, memang waktu itu target saya hanya menurunkan berat sebanyak 4 kg saja sih, bukannya 10 kg seperti sekarang!Jadi entahlah apakah kali ini metoda ini akan berhasil atau tidak, atau cukup tabahkah saya menjalaninya dengan segala tetek bengek ibu-ibu ditambah bokong yang sudah melar 10 kali lipat. tak apalah. Namanya juga usaha.

oiya. Sebelumnya tentu harus saya jelaskan dulu bagaimana tepatnya metoda sukses ala jadul ini. Metoda ini mengikuti buku “Aerobik” karya Kenneth Cooper,M.D.MPh yang saya temukan tergeletak berdebu di lemari orangtua saya (maklum, bukunya sendiri terbitan lama, 1980). Begini caranya. Menurut teorinya, dengan melaksanakan salah satu jenis olahraga aerobik saja kita akan cukup mendapat manfaat yang hebat buat tubuh kita. syaratnya olahraga ini harus mengaktifkan kardiovaskular. Dan untuk mencapai kesehatan ideal yang diinginkan seseorang harus mencapai poin minimal yang diharapkan tergantung keadannya. Misalnya, untuk lari di tempat dengan waktu 2:30 menit, 60-70 langkah per menit seseorang akan mendapat poin 1/2. Jumlah nilai yang kita capai bertahap sesuai kondisi tubuh kita. Misalnya, jumlah nilai yang kita kumpulkan setiap minggu idealnya adalah 30. Namun untuk mencapai nilai ini seseorang yang tak pernah berolahraga dapat mengumpulkan nilai 4 pada minggu pertama, lalu 10, dst.

Jadi, untuk memulai latihan lagi, saya putuskan untuk mulai dengan program paling ringan. Lari di tempat selama 2:30 menit 5 hari dalam seminggu.

hari 1 : menemukan waktu untuk latihan. kebetulan gus ata tidur sore-sore. seluruh badan terasa berat. rasanya seluruh tubuh bergelambir dan ikut berloncat-loncatan. berhasil lari 2:30 menit.

hari 2 : ga sempat. terlalu banyak kerjaan dan terlalu banyak dvd.

hari 3 : coba lagi. berhasil lari 5 menit.

hari 4 – sekarang (2 minggu kemudian) : terlalu banyak kerjaan, gus ata selalu bangun jam 3 pagi sehingga siangnya mengantuk, dan terlalu banyak dvd.

tapi sempat diseling pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel dan mengosek kamar mandi (yang cukup hebat mengingat keluhan-keluhan pasca operasi).

yah, niat sih cukup tinggi. mudah2an niat dan pelksanaan bisa sejalan terus, hehe…

March 21, 2008 at 2:22 pm 1 comment

langsing setelah melahirkan

ini dari ayahbunda :

Langsing, Sehat, dan Sukses Menyusui? Mudah, kok !

Banyak cara atau program yang ditawarkan agar Anda langsing kembali setelah melahirkan. Hati-hati, jangan sampai salah langkah!

Walau belum ada penelitian tentang berapa banyak ibu yang ingin langsing kembali setelah melahirkan, namun kebanyakan ibu –mungkin juga Anda– menginginkan hal ini. Sebenarnya, apa sih , yang disebut langsing itu?

Menurut dr. Tanya Rotikan, Sp.KO , dari Bagian Kedokteran Olahraga , Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, “Langsing atau bentuk tubuh ideal adalah kondisi dimana perbandingan antara tinggi dan berat badan sesuai. Selain itu, jumlah lemak di tubuh juga dalam batas-batas normal. Jadi, secara keseluruhan orang tersebut memang tampak proporsional dan menarik dipandang.”

Kriteria langsing bukan hanya itu. Dr. Sri Sukmaniah, MSc. , dari Bagian Ilmu Gizi , Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menambahkan, “Bila menggunakan indeks massa tubuh, langsing itu berada dalam rentang 19-23 ( simak boks: Sudah Idealkah Berat Anda? -red ).”

Program pelangsingan adalah segala-galanya?

Bak gayung bersambut, kini di pasaran banyak beredar tawaran program melangsingkan tubuh setelah melahirkan. Iming-imingnya beragam, misalnya tanpa obat, tanpa suntik, tanpa diet ketat, tanpa olahraga berat, dan berhasil dalam waktu singkat. Sejauh mana kebenarannya?

Menurut dr. Sri, “ Program pelangsingan yang marak sekali itu seharusnya ada yang menertibkan. Apalagi, ada yang mengklaim berat badan bisa turun 5 kilo dalam seminggu. Asal tahu saja, fungsi jantung, ginjal, hati, atau usus akan terganggu akibat melangsingkan dengan cara itu, karena ada kemungkinan protein jaringan ikut digunakan sebagai sumber energi. Padahal, di dalam tubuh, prioritas penggunaan energi berasal dari karbohidrat dan lemak.”

Ia melanjutkan, “Bila cara melangsingkan tubuh seperti itu dibiarkan dalam jangka waktu yang lama, maka otot-otot Anda akan habis. Hal ini akan berbahaya kalau yang digunakan adalah protein dari jaringan otot yang penting, misalnya otot jantung. Begitu juga dengan fungsi ginjal dan hati, akan terganggu karena hasil metabolisma protein banyak zat racunnya. Makanya, tujuan utama dari semua program pengaturan berat badan sebaiknya adalah untuk kesehatan. Setelah itu, baru untuk penampilan.”

Pendapat serupa dilontarkan dr. Tanya , “ Apakah cara-cara yang digunakan dalam program tersebut sudah ada penelitiannya? Saya perhatikan, ada pasien yang diberi beberapa macam suplemen, tapi tidak boleh makan. Bila pasien berhenti mengonsumsinya, maka biasanya berat badannya akan kembali lagi ke berat badannya semula, atau yang dikenal dengan istilah sindrom yoyo. Berat badan yang turun naik seperti itu bisa berbahaya, karena tekanan darah akan cepat naik yang tentu berdampak negatif buat jantung”.

Jadi jelas sudah. Jangan cepat tergiur untuk program pelangsingan tubuh tertentu. Timbang-timbang dulu untung ruginya, dan pelajari betul bagaimana program tersebut. Bila perlu konsultasikan dengan dokter. Karena, masalah kelebihan berat badan setelah melahirkan tidak hanya selesai dengan menjadi langsing saja. Idealnya, Anda juga menjadi sehat dan sukses menyusui.

Jangan korbankan bayi Anda

Selama hamil, seorang ibu memang harus naik berat badannya, antara lain karena ada pertumbuhan janin, pertumbuhan rahim, dan peningkatan volume darah. Selain itu, ada cadangan gizi ibu untuk persiapan masa menyusui, yaitu paling tidak untuk memenuhi kebutuhan bayi selama ASI eksklusif, atau sekitar 4-6 bulan pertama kehidupan bayi. “Cadangan itu tentu tidak akan habis begitu saja sesudah melahirkan, malah harus dipertahankan agar produksi ASI sebanyak 800-1200 ml sehari itu bisa tercapai,” kata dr. Sri , yang mengambil gelas S2-nya di University of London, Inggris .

Setelah melahirkan, normalnya berat badan ibu akan kembali ke berat badan sebelum hamil. Tapi, proses tersebut perlu waktu. Dr. Sri mengingatkan, “Untuk 6 bulan pertama, tidak usah terburu-buru menurunkan berat badan. Karena, pada saat itu, tugas seorang ibu adalah memberikan ASI yang cukup kepada bayinya. Justru di sini ibu harus makan dalam kuantitas dan kualitas yang betul-betul cukup. Kalau tidak, bayi yang jadi taruhannya! Bisa-bisa dia kekurangan zat gizi yang dibutuhkannya untuk tumbuh kembang secara optimal.”

Jadi, kapan Anda boleh mulai melangsingkan tubuh? “ Setelah 6 bulan, Anda baru boleh mulai berdiet. Pada saat ini, bayi ‘kan sudah mendapat makanan tambahan. Tapi tetap harus diingat, diet pun ada aturan mainnya, lho! Yang paling baik dan tidak akan mengganggu kesehatan Anda adalah, turunkan berat badan sebanyak ½ -1 kilo dalam seminggu.”

Buat catatan harian

Selain diet, cepat tidaknya bentuk tubuh langsing kembali, juga tergantung gaya hidup Anda setelah melahirkan. Apakah Anda kembali ke aktivitas sebelumnya? Apakah melakukan olahraga secara teratur? “Bila Anda melakukan diet yang seimbang, yakni asupan kalori sesuai kebutuhan, plus berolahraga, maka penurunan berat badan akan lebih cepat ketimbang berdiet saja atau berolahraga saja,” saran dr. Tanya.

Jadi, setelah nifas atau saat tubuhnya sudah kembali seperti sebelum hamil, ibu bisa mulai melakukan latihan yang betul-betul ditujukan untuk menurunkan berat badan. Dr. Tanya yang juga berkantor di KONI DKI Jakarta ini mengingatkan, “Yang penting, semua aktivitas, baik olahraga maupun kerja di kantor, tidak dilakukan berlebihan. Karena, kalau berlebihan, akan mengurangi produksi ASI.”

“Selain motivasi yang kuat akan bentuk tubuh yang ideal , pemahaman kesehatan juga penting. Maksudnya, apa pun yang Anda lakukan untuk badan Anda, tujuannya harus sehat,” kata dr. Sri.

Dr. Sri punya kiat. Bila Anda ingin menurunkan berat badan, buat saja catatan harian. Catatan tersebut berisi semua makanan dan aktivitas yang dilakukan selama 24 jam . Lalu, t imbanglah berat badan seminggu sekali. Cara ini akan membuat Anda selalu waspada, dan juga bisa mengevaluasi sejauh mana keberhasilan Anda.

“Bila catatan menggambarkan berat badan kok nggak turun-turun, itu berarti usahanya kurang tepat. Kalau latihan aerobik dan diet dilakukan dengan benar, pasti berhasil. Atau, yang bersangkutan sedang masuk fase plateau (masa tidak ada kemajuan -red), y ang biasanya berlangsung 2-4 minggu. Bila Anda tetap menjalankan latihan dan dietnya, maka berat badan akan turun lagi. Kalau tidak turun-turun lagi, artinya masih overweight , mungkin perlu obat, dan ini harus di bawah pengawasan dokter,” saran dr. Sri.

Yang pasti, bila upaya untuk menjadi langsing kembali ini dilakukan dengan sehat dan tepat, ada begitu banyak manfaat yang akan Anda dan si kecil peroleh. Selain produksi ASI lancar, tubuh Anda akan bugar, nyaman, serta energi bertambah untuk mengasuh bayi.

Dewi Handajani
Bahan: Sri Lestariningsih, Laila Andaryani Hadis, DH
Pengarah gaya: Nia L. Tobing
Foto: Dhany Indrianto, dok. Ayahbunda

uh.uh..uh..berat ku naik 22 kg,terakhir nimbang 1,5 bulan setelah melahirkan, baru turun 8 kg….masih 13 kg lagi…uh..uh..uh…kalo caesar boleh ga yah langsung olahraga? sementara perutku masih ada bagian yang mati rasa gini…mau olahraga masih ragu2 jadinya…mau diet kayanya ga deh, kasian gus ata…hm hm masih cari2 artikel lain nih

January 2, 2008 at 4:46 am 26 comments


[url=http://www.meez.com/dayutiwi][img]http: src="http://images.meez.com/user/4/7/7/2/7/3/6/4772736_bodyshot_175x233.gif" alt="Meez 3D avatar avatars games" border="0" /> Gelang, Kalung, Anting, Tas, SandalGelang, Kalung, Anting, Tas, Sandal, Baju, Dll, Bali, Indonesia lirik, kord, gitar, chord, forum, musik, indonesia, mancanegaraTempat Lirik, Kunci Gitar / Kord / Chord Lagu / Musik Indonesia dan Mancanegara

Recent Readers

View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile View My Profile
Mom Blogs - Blog Catalog Blog Directory
July 2014
M T W T F S S
« Oct    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Categories

gus ata

senyum happy

More Photos

Blog Stats

  • 85,469 hits

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.